Bandar Lampung, Jrp Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari target besar meningkatkan kemantapan jalan provinsi hingga mencapai 100 persen. Program tersebut diwujudkan melalui proyek preservasi dan peningkatan sejumlah ruas strategis yang tersebar dari wilayah perbatasan hingga pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran mendekati Rp1 triliun yang bersumber dari skema pinjaman daerah untuk membiayai pembangunan dan preservasi jalan di berbagai kabupaten.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M Taufiqullah, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pemerataan pembangunan.
“Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi prioritas kami untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang dan jasa,” ujar Taufiqullah, Senin (11/5/2026).
Sejumlah ruas jalan strategis yang masuk dalam program preservasi tersebut di antaranya Kalirejo–Pringsewu di Kabupaten Pringsewu, Bandar Jaya–Sp. Mandala di Lampung Tengah, Kasui–Air Ringkih di Way Kanan hingga ruas Brabasan–Wiralaga di Kabupaten Mesuji.
Ruas Brabasan–Wiralaga menjadi salah satu proyek yang paling mendapat perhatian karena memiliki nilai anggaran mencapai Rp100 miliar. Jalan tersebut diproyeksikan menjadi penghubung vital antarwilayah sekaligus memperkuat konektivitas Lampung dengan Sumatera Selatan.
Pada tahap awal tahun anggaran 2026, penanganan efektif dilakukan sepanjang sekitar 8,83 kilometer dari total panjang ruas mencapai kurang lebih 29,44 kilometer. Konstruksi yang digunakan berupa rigid pavement atau perkerasan beton yang dinilai lebih tahan terhadap kendaraan bertonase berat dan memiliki usia pakai lebih panjang.
Selain itu, lebar jalan juga akan ditingkatkan dari sekitar lima meter menjadi 8,4 meter guna menunjang kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik.
Menurut Taufiqullah, pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik proyek semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bagi masyarakat hingga wilayah perbatasan.
“Jalan bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” katanya.
Pemprov Lampung optimistis proyek preservasi jalan tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing wilayah.
Meski demikian, besarnya anggaran yang digelontorkan juga menjadi perhatian publik. Pemerintah daerah menegaskan seluruh pelaksanaan proyek akan dilakukan secara transparan, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan target kemantapan jalan provinsi mencapai 100 persen, proyek infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat konektivitas dari wilayah perbatasan hingga pusat perkotaan. (Tim)








Komentar