oleh

Ketua DPRD Lampung Tinjau Kebun Raya ITERA

banner 468x60

LAMPUNG SELATAN — Ketua DPRD Provinsi Lampung A. Giri Akbar meninjau langsung pengembangan Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Giri Akbar didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum ITERA Ir. Arif Rohman serta Kepala Unit Penunjang Akademik Konservasi Flora Sumatera ITERA Alawiyah.

banner 336x280

Kunjungan menjadi bagian dari dukungan DPRD Lampung terhadap penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat riset, inovasi, konservasi, dan pengembangan teknologi yang hasilnya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kebun Raya ITERA memiliki luas sekitar 75,52 hektare dengan tema konservasi tumbuhan pamah Sumatera. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai ruang konservasi sekaligus pusat pendidikan, penelitian, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah fasilitas unggulan turut ditinjau, antara lain Mushroom Corner atau Taman Cendawan, Taman Nepenthes, kawasan anggrek, serta embung berbentuk Pulau Sumatera.

Giri Akbar memberikan perhatian khusus terhadap potensi penelitian di kawasan tersebut. Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada kepentingan akademik, tetapi harus mampu masuk ke sektor industri dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

«“Apa yang ada dan diteliti di sini, mulai dari rumah jamur, kawasan anggrek hingga Nepenthes atau kantong semar, diharapkan tidak hanya menjadi pengembangan akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas serta mendukung kebutuhan industri ke depan,” ujar Giri Akbar.»

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan inovasi yang dapat menjadi solusi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Lampung.

Mushroom Corner, misalnya, dikembangkan sebagai fasilitas edukasi dan penelitian budidaya jamur. Potensi tersebut dinilai dapat diarahkan pada inovasi pangan hingga hilirisasi hasil penelitian untuk kebutuhan masyarakat maupun industri.

Sementara Taman Nepenthes menjadi salah satu kawasan konservasi yang fokus pada pelestarian kantong semar, tumbuhan karnivora khas Indonesia yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Kebun Raya ITERA juga menjadi habitat berbagai fauna, termasuk burung, kupu-kupu, dan reptil. Keberadaan jalur pejalan kaki, ruang edukasi, serta kawasan rekreasi menjadikan lokasi tersebut sebagai laboratorium alam sekaligus ruang terbuka hijau.

Dari sisi jejaring internasional, Kebun Raya ITERA sejak Mei 2025 telah bergabung dengan Botanic Gardens Conservation International (BGCI). Keanggotaan ini membuka peluang peningkatan kapasitas, pelatihan, pertukaran data konservasi, kerja sama, hingga peluang pendanaan internasional.

DPRD Lampung mendorong agar keberadaan Kebun Raya ITERA tidak hanya menjadi simbol konservasi, tetapi berkembang menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk, teknologi, serta solusi konkret bagi masyarakat dan industri.

Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci agar hasil penelitian kampus dapat benar-benar dihilirisasi dan berkontribusi terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Lampung.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed